Setelah Pulang Touring, Jangan Lupa Cek Lagi Kondisi Motor

Setelah Pulang Touring, Jangan Lupa Cek Lagi Kondisi Motor

Selain merasa senang karena baru saja touring, hal lain yang juga akan Brad dan Sis rasakan tentu saja lelah. Maka tak heran, jika sepulang dari touring kita lebih sering memilih untuk segera istirahat daripada mengecek kembali kondisi motor. Padahal ini adalah hal yan penting dan tak boleh dilupakan. Makanya, sebisa mungkin segera cek kondisi motor sepulang touring. Menunda sering kali buat kita lupa, alhasil kondisi motor bisa mendadak berubah dan tak lagi prima. 

 

Akan Lebih Baik Jika Segera Ganti Oli 

Karena touring biasanya dilalui dengan jarak yang cukup panjang, sebaiknya Brad dan Sis ganti oli mesin motor. Memang sih, umumnya oli diganti setelah menempuh jarak 1.500-2.000 km. Namun walau hanya menempuh jarak ratusan kilo, oli dapat menjadi encer lebih cepat. Karena oli mesin bekerja terus menerus untuk melumasi mesin selama perjalanan. Karena itu dianjurkkan untuk langsung mengganti oli mesin setelah menempuh perjalanan jarak jauh selepas touring. Hal ini, guna menjaga kondisi mesin tetap prima dan mencegah kerusakan mesin.

Rantai dan V-belt

Brad dan Sis sudah tahu belum, jika kekencangan dan keausan rantai moto juga perlu diperhatikan selepas touring. Bekerja dalam jarak yang jauh membuat rantai motor bisa mengendur dan aus. Dan jika dibiarkan tanpa dicek atau diperbaiki, bukan tak mungkin jika rantai motor mendadak rusak dan putus. Di sisi lain, untuk Brad dan Sis yang menggunakan motor matic, perlu untuk segera memeriksa V-belt atau tali kipas dalam CVT dan kondisi roller yang ada di dalamnya.

Sistem Pengereman

Periksa kondisi rem depan dan belakang karena komponen keselamatan berkendara itu bekerja maksimal selama motor digunakan dalam perjalanan jarak jauh. Rem akan cepat habis jika keadaan jalan berhenti kemudian jalan secara terus-terusan di jalur yang macet. Selain kondisi rem, kalian juga harus memeriksa tromol dan piringan cakram. 

Ban dan velg

Selanjutnya, Brad dan Sis juga perlu untuk memeriksa kondisi ketebalan dan alur ban setelah menempuh jarak panjang. Karena pada umumnya umur pemakaian ban hanya bertahan ± 10.000 km. Jika kalian menemukan kondisi tapak ban sudah menipis, sebisa mungkin segera ganti dengan ban baru. Karena ban motor yang tipis membuat daya cengkram ban akan melemah dan berkurang, yang akan berpengaruh pada kondisi berkendara.  

Karburator

 

Perlu diingat, meskipun motor bisa tetap terasa nyaman digunakan setelah touring. Tidak ada salahnya jika Brad dan Sis segera melakukan pemeriksaan atas kinerja karburator atau injektor motor. Biasanya setelah dipakai jarak jauh, settingan karburator berubah. Kalau dibiarkan akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan main jet akan mampet.

 

WHAT'S NEW

Yuk, Ikutan Video Competition "Inspirational People" dan Dapatkan Hadiahnya

Yuk, Ikutan Buat Pantun di Instagram @bikerscommunitysuzuki.id

Kegiatan Positif dari Komunitas Motor yang Jarang Orang Ketahui

Tanpa Biaya, Brad dan Sis Bisa Perbaiki Data STNK yang Salah

Miliki Alat Pengukur, Polresta Solo Akan Tilang Knalpot BisingĀ 

5 Penyebab yang Membuat Motor Sulit Distarter

-->